Dasar - Dasar Fotografi

Sebelum kita memasuki bagaimana mengatur komposisi dari aperture, speed, iso dan lain-lainnya dari sebuah kamera foto, ada baiknya kita mengenal dulu apa itu dasar-dasar fotografi.

1. Bagaimana Pendekatan Memahami Fotografi.
Perumpamaan yang paling mudah dipakai untuk memahami sebuah kamera foto adalah sebuah sepeda. Ingatkah waktu pertama kali belajar naik sepeda?
Semua itu dimulai dengan rasa takjub melihat sebuah benda yang bernama sepeda - yang mungkin adalah hadiah ulangtahun, kemudian berganti perasaan was-was saat kita memutuskan untuk belajar naik sepeda, apakah benda itu bisa dikendarai? Mengingat ada banyak yang harus dikuasai; ada setang, pedal, rem depan dan belakang. Belum lagi tentang keseimbangan badan, dst.

Tapi kini ketika sudah mahir bersepeda, kita dapat menikmati banyak perjalanan dan menikmati pengalaman yang indah-indah dengan sepeda. Bahkan kini, melaju dengan kecepatan tinggi dijalan cross country yang berbatu dan melewati kubangan bukan sesuatu yang menakutkan, justru kita amat menikmatinya!

Intinya adalah, kita telah menguasai kombinasi yang tepat dari penggunaan pedal, setang, rem depan dan belakang, dan keseimbangan badan secara baik. Refleks kita telah terlatih untuk menguasai sepeda terhadap apapun variasi kondisi jalan yang dihadapi. Dengan kemahiran yang dimiliki, kini sepeda telah membawa kita mengalami berbagai pengalaman baru.
Pada saat kita telah mengusai dasar-dasar bersepeda dan karakter sepeda, maka kita dapat mengembangkannya sesuai dengan selera kita masing-masing. Demikian juga dengan Prinsip Dasar Pengenalan Fotografi dan Kamera.

Jadi tujuan dari pengenalan akan dasar-dasar fotografi adalah :
- Bagaimana memahami proses dari foto & grafi,
- Bagaimana mengontrol proses foto & grafi dengan fitur-fitur kamera yang ada,
- Bagaimana membangun percaya diri untuk memotret,
- Bagaimana menghasilkan sebuah foto yang baik.

2. Apa Itu Fotografi?
Fotografi atau Photograph dalam bahasa Inggris, terdiri dari 2 kata, yaitu : Photo (sinar) dan Graph (tulisan / lukisan). Jadi dapat dikatakan, photograph atau memotret dalam Bahasa Indonesia adalah melukis dengan sinar.
Sumber sinar atau cahaya dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
- Available Lighting (sinar alami yang tersedia)
- Artificial Lighting (sinar buatan dengan bantuan peralatan lighting)
- Sinar tampak dan Sinar tidak tampak.

KADAR CAHAYA.
Kadar cahaya dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu kurang, cukup dan berlebih.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Kadar Cahaya yang ditangkap kamera :
- Luas bidang penerimaan sinar (APERTURE),
- Lamanya penyinaran (SPEED).
Aperture dan Speed saling mempengaruhi, dan kombinasi keduanya dapat dilihat pada matrix berikut :


3. Bagaimana Mengontrol Cahaya Untuk "Melukis".
Dapatkah kita mengatur intensitas sinar matahari? Jika cahaya lampu, atau flash tentu saja bisa. Tapi sinar matahari tidak ada yang dapat melawannya. Lantas bagaimana kita dapat mengontrol semua cahaya yang ada? Tentu dengan mengatur kombinasi dari Aperture dan Speed untuk menghasilkan Exposure yang tepat, sehingga menghasilkan foto yang dapat dinikmati. Kuncinya pertama adalah menguasai anatomi kamera yang mengatur fitur-fitur dan tombol-tombol fungsi yang ada dikamera. Kedua menguasai prinsip matrix kombinasi Aperture dan Speed.

4. Peralatan Fotografi.
Sebuah kamera foto terdiri dari beberapa bagian. Kesemua bagian-bagian ini memiliki fungsi dan kegunaannya yang berbeda. Tetapi semua bagian-bagian ini saling mendukung satu sama lainnya.
Pada dasarnya peralatan kamera foto terdiri dari beberapa bagian, diantaranya :
 - Body kamera (analog, digital, prosumer, slr, polaroid),
 - Lensa (std, wide, tele, zoom, micro, macro),
 - Lighting (internal & external),
 - Pod (monopod, tripod),
 - Aksesoris lainnya.

Tak Kenal Maka Tak Sayang.
Kenalilah kameramu. Apakah Anda memiliki buku manualnya? Buku manual menjadi pelengkap wajib dalam setiap penjualan unit kamera baru, namun bila kita tidak memilikinya pun saat ini beberapa buku manual dapat diperoleh secara online. Semua tentang kamera ada di dalam buku manual. Bacalah dengan seksama. Pelajari fitur-fiturnya, kuasai instrumen-instrumennya. Perbanyak “jam terbang” dengan belajar setting (minimum setting Aperture dan Speed), banyak memotret, menganalisa hasilnya, resetting, dan memotret lagi, hingga kita makin menguasai setting kombinasi fungsi-fungsi dan fitur pada kamera dan memahami karakternya.

Leave your comments

Post comment as a guest

0
terms and condition.
Load Previous Comments
Back to top
Back to top